Kamis, 21 April 2011

Halogen


Halogen adalah unsur-unsur golongan VIIA atau sekarang lebih dikenal dengan golongan 17 dalam  tabel sistem periodik unsur, yang mempunyai elektron valensi 7 pada subkulit ns²np.  Istilah  halogen  berasal dari istilah ilmiah bahasa Perancis dari abad ke-18 yang diadaptasi dari bahasa Yunani, yaitu halo genes yang artinya ‘pembentuk garam’ karena unsur-unsur tersebut dapat bereaksi dengan logam membentuk garam. Halogen merupakan sekumpulan unsur nonlogam  yang saling berkaitan erat, lincah, dan berwarna terang. Dan secara alamiah bentuk molekulnya diatomik.
Untuk mencapai keadaan stabil (struktur elektron gas mulia) atom-atom ini cenderung menerima satu elektron dari atom  lain atau dengan  menggunakan  pasangan elektron secara bersama hingga membentuk ikatan kovalen. Atom  unsur halogen sangat mudah menerima elektron dan  membentuk ion bermuatan negatif satu. Ion negatif disebut ion halida, dan garam yang terbentuk oleh ion ini disebut halida.
Halogen digolongkan sebagai pengoksidator kuat karena kecenderungannya membentuk  ion negatif. Selain itu, halogen adalah golongan yang paling reaktif karena unsur-unsurnya memiliki konfigurasi elektron pada subkulit ns2 np5.
Golongan  halogen  terdiri dari beberapa unsur yaitu Fluorin (F), Klorin (Cl), Bromin (Br), Iodin (I), Astatin (At) dan unsur Ununseptium yang belum diketahui dengan jelas.


A.    Sejarah halogen
  1. Pada tahun 1529, Georigius Agricola menggambarkan penggunaan senyawa fluorspar sebagai penjejak aliran dalam tubuh, dan pada awal tahun 1670, Schwandhard menemukan bahwa gelas teretsa ketika terpapar dengan fluorspar yang diberi asam. Scheele dan banyak ahli lainnya, termasuk Davy, Gay-Lussac, Lavoisier, dan Thenard bereksperimen dengan asam fluorida, dan beberapa eksperimen berakhir dengan tragis. Fluorin akhinya bisa diisolasi pada tahun 1886 oleh Moissan setelah  berusaha selama hampir 74 tahun.
  2. Klorin (Cl) ditemukan oleh Schele pada tahun 1674 diberi nama oleh Davy pada tahun 1810.
  3. Bromin (Br) ditemukan oleh Balard pada tahun 1826. Brom merupakan zat cair bewarna coklat kemerahan, mudah menguap pada suhu kamar, uapnya bewarna merah. Brom bersifat kurang reaktif dibandingkan klor.
  4. Yodium (I) ditemukan oleh Courtois pada tahun 1811.
  5. Astatin (At) ditemukan oleh DR. Corson, K.R. Mackenzie, dan E. Segre pada tahun 1940. Astatin merupakan unsur radioaktif pertama yang dibuat sebagai hasil pemboman Bismut dengan partikel alfa.
B.     Keberadaan di Alam
Halogen  tidak ditemukan di alam dalam  keadaan bebas, karena sangat reaktif. Unsur-unsur ini terdapat di alam sebagai senyawa garam.  Flourin terdapat dalam flourit (Ca F) dan Kriolit (NaAlF6). Klorin terdapat dalam air laut sebagai NaCl. Dalam bentuk ion klorida, unsur  ini adalah pembentuk garam dan senyawa lain yang tersedia di alam dalam  jumlah yang sangat berlimpah dan diperlukan untuk pembentukan hampir semua bentuk kehidupan, termasuk manusia.  Bromin terdapat sebagai garam-garam natrium dan magnesium. Diperoleh air garam alamiah dari sumber mata air di Michigan dan Arkansas. Bromin  juga diekstrak dari air laut, dengan kandungan hanya sebesar 82 ppm.  Iodin  terdapat di alam dalam bentuk senyawa  iodat dan  iodida dalam  lumut-lumut laut. Terdapat juga dalam bentuk  iodida dari air laut yang terasimilasi dengan  rumput laut, sendawa Chili, tanah  kaya nitrat (dikenal sebagai kalis, yakni  batuan sedimen kalsium  karbonat  yang keras),  air garam dari air laut yang disimpan, dan di dalam air payau dari sumur minyak dan garam.
Selain di alam, ion halida juga terdapat dalam tubuh manusia. Ion klorida merupakan anion yang terkandung dalam plasma darah, cairan tubuh, air susu, air mata, air ludah, dan cairan ekskresi. Ion iodida terdapat dalam kelenjar tiroid. Ion flourida merupakan komponen pembuat bahan perekat flouroaptit [Ca5(PO­4)3F] yang terdapat pada lapisan email gigi.
C.  Sifat-Sifat Unsur Halogen
1.      Sifat fisik unsur halogen
  • Flourin dan klorin berwujud gas pada suhu ruangan sebab titik didih dan titik leleh/beku yang lebih rendah dari suhu ruangan (25oC).
  • Bromin memiliki titik didih lebih tinggi dari suhu ruangan, sedangkan titik lelehnya lebih rendah sehingga berwujud cair.
  • Iodin berwujud padat karena titik didih dan titik bekunya lebih tinggi.
  • Kelarutan halogen dalam air dalam satu golongan dari atas kebawah kelarutannya semakin kecil karena bertambahnya massa atom relatif. Tetapi, flourin tidak larut tetapi bereaksi:
2F2 + 2H2O → 4HF + O2
  • Sedangkan bromin kelarutannya paling besar karena berwujud cair (paling mudah larut). Iodin sukar larut dalam air. Agar iodin larut dengan baik, ditambahkan garam KI. Reaksi:
I2 + KI → KI
2. Sifat kimia unsur halogen         

  • Jari-jari atom dari atas ke bawah dalam tabel periodik semakin bertambah karena jumlah kulit terisi elektron semakin banyak.
  • Jari-jari ion lebih besar dari jari-jari atom karena akan menerima elektron sehingga kulitnya terisi penuh.
  • Elektronegatifitas dari F sampai I semakin kecil karena jari-jarinya semakin besar sehingga akan terletak jauh terhadap inti maka elektron akan sulit untuk diterima.
  • Energi ionisasi dari atas ke bawah semakin kecil karena jika jari-jari atom kecil, lebih dekat dengan inti, energi ionisasinya semakin kuat/besar.

Urutan sifat kereaktifan halogen dapat dilihat dari beberapa reaksi sebagai berikut:
1.      Daya pengoksidasi
Data potensial reduksi:
F2 + 2e→  2F-                          Eo= +2,87 Volt
Cl2 + 2e-  →  2Cl-                       Eo= +1,36 Volt
Br2 + 2e- →  2Br-                         Eo= +1,06 Volt
I2 + 2e- →  2I-                            Eo= +0,54 Volt
Potensial reduksi F2 paling besar sehingga akan mudah mengalami reduksi dan disebut oksidator terkuat. Sedangkan terlemah adalah I2 karena memiliki potensial reduksi terkecil.
·         Sifat oksidator: F2 > Cl2 > Br2 > I2
·         Sifat reduktor : I- > Br- > Cl- > F-
Reduktor terkuat akan mudah mengalami oksidasi mudah melepas elektron ion iodida paling mudah melepas elektron sehingga bertindak sebagai reduktor kuat.
2.      Reaksi halogen dengan gas hidrogen
Reaksi gas hidrogen dengan fluor dan klor berlangsung dengan cepat disertai dengan ledakan, tetapi dengan brom dan yod reaksinya berlangsung lambat, bahkan perlu pemanasan dan katalisator (Pt).
X2  +  H2            2 HX                        (X= F, Cl, Br, dan I)

3.      Kelarutan dalam air
Fluorin dapat mengoksidasi air dan menghasilkan gas oksigen.
F2 (g) +  H2O (l)             2HF(aq) + ½ O2 (g)
Bila gas klorin di alirkan ke dalam air, maka klorin mengalami reaksi disproporsionasi.
Cl2 (g) + H2O                HCl (aq) + HClO(aq)
Reaksi tersebut dalam kesetimbangan, sehingga di dalam air masih tetap ada gas klorin sebagai Cl2, larutan ini disebut air klorin.
Br2 dan I2 dalam air tidak bereaksi dan larutannya disebut sebagai air bromin dan air iodin.

4.      Dengan Unsur Logam
Dengan unsur logam baik logam golongan A maupun golongan B dapat langsung membentuk garam. Reaksi pembentukan garam ini berlangsung hebat.
Contoh:
Na (s) + Cl2 (g)               NaCl (s)
Fe(s) + Cl2 (g)                FeCl2 (s)

5.      Dengan unsur golongan IV A
Semua unsur golongan IV A dapat bereaksi langsung membentuk senyawa halida, kecuali dengan karbon.
Contoh:
Si(s) + 2 Cl2(g)               SiCl4(s)

6.      Dengan unsur golongan V A
Kecuali dengan N2, dengan unsur golongan VA dapat bereaksi langsung pada suhu kamar.
Contoh : P4 (s) + 6Cl2 (g)           4PCl3
7.      Reaksi dengan basa
Reaksi halogen dengan basa enser dingin menghasilkan halida ( X- ) dan hipohalida (XO-) sedangkan reaksi halogen dengan basa pekat panas menghasilkan halida ( X- ) dan halat (XO3- ). Contoh :
X2 + 2NaOH ( encer, dingin ) → NaX  + NaXO + H2O  ( X = Cl, Br, I )
X2 + 2NaOH ( pekat, dingin ) → NaX +NaXO + H2O  ( X = Cl, Br, I )
2F2 + 2NaOH ( encer, dingin ) → 2NaF + OF2 + H2O
2F2 + 2NaOH ( pekat, panas ) → NaX + O2 + H2O
8.      Reaksi antar unsur halogen
Unsur-unsur halogen memiliki harga elektronegativitas yang berbeda sehingga akan terbentuk senyawa kovalen. Senyawa yang terbentuk memiliki 4 kategori : XY, XY3, XY5, XY7 (X adalah halogen yang lebih elektronegatif). Contoh :
F2 + Cl2 → 2FCl
Cl2 + 3I2 → 2ClI3
D. Pembuatan Halogen
1.      Pembuatan Gas Klor
Klor digunakan secara luas dalam pembuatan banyak produk sehari-hari. Klor digunakan untuk menghasilkan air minum yang aman hampir di seluruh dunia. Bahkan, kemasan air terkecil pun sudah terklorinasi. Klor juga digunakan secara besar-besaran pada proses pembuatan kertas, zat pewarna, tekstil, produk olahan minyak bumi, obat-obatan, antiseptik, insektisida, makanan, pelarut, cat, plastik, dan banyak produk lainnya.
Secara industinya, unsur klorin biasanya dihasilkan melalui elektrolisis natrium klorida yang terlarut dalam air. Bersama dengan klorin, proses kloral kali ini menghasilkan gas hidrogen dan natrium hidroksida, mengikut persamaan kimia
2 NaCl + 2 H2O → Cl2 + H2 + 2 NaOH
Kebanyakan klor diproduksi untuk digunakan dalam pembuatan senyawa klorin untuk sanitasi, pemutihan kertas, desinfektan, dan proses tekstil. Lebih jauh lagi, klor digunakan untuk pembuatan klorat, kloroform, karbon tetraklorida, dan ekstraksi brom.
Sebelum kaedah elektrolisis digunakan dalam penghasilan klorin, pengoksidaan terus hidrogen klorida dengan oksigen atau udara juga pernah dijalankan dalam kaedah Deacon:
2HCl + O2 → Cl2 + H2O
Pelaksanaan tindak balas tidak lengkap ini diselesaikan dengan menggunakan mangkin pada dasar melalui CuCl2. Oleh sebab campuran tindak balas yang sangat mengakis, pelaksanaan teknikal seringkali melibatkan banyak kesulitan.
Ahli kimia Carl Wilhelm Scheele adalah orang pertama yang mengasingkan klorin di dalam makmal, dengan menggunakan kaedah yang sangat rumit:
2NaCl + 2H2SO4 + MnO2 → Na2SO4 + MnSO4 + 2H2O + Cl2
Ada 3 jenis elektrolisis yang digunakan dalam pembentukannya :
Klorin boleh dikilang melalui elektrolisis larutan natrium klorida (air garam). Terdapat tiga kaedah industri untuk penyarian klorin melalui elektrolisis.

q  Elektrolisis sel merkuri (raksa)

Elektrolisis sel raksa merupakan kaidah pertama yang digunakan untuk menghasilkan klorida pada skala industri. Anod titanium diletakkan di atas katode cair raksa dan larutan natrium klorida diletakkan di antara elektrode-elektrode. Apabila arus elektrik dialirkan, klorida terbebas pada anod titanium dan natrium terlarut pada katod raksa menghasilkan amalgam.
Amalgam semula menjadi raksa dengan mereaksikannya dengan air, menghasilkan hidrogen dan natrium hidroksida.

q  Elektrolisis sel diafragma

Satu diafragma asbestos pada katod kekisi besi menghalang klorin yang terbentuk pada anode yang bercampur semula dengan natrium hidroksida yang menghasilkan katode. Kaidah ini menggunakan sedikit tenaga berbanding dengan sel raksa, tetapi natrium hidroksida yang dihasilkan tidak mudah untuk dipekatkan dan digunakkan menjadi bahan yang berguna.
Proses Diafragma:
Kaidah ini menggunakan sedikit tenaga berbanding dengan sel raksa, tetapi natrium hidroksida yang dihasilkan tidak mudah untuk dipekatkan dan digunakkan menjadi bahan yang berguna.

q  Elektrolisis sel membran

Sel elektrolisis terbagi menjadi dua ruang dengan membran sebagai penukar ion. Larutan natrium klorida dialirkan melalui ruang anode dan keluar pada kepekatan yang lebih rendah. Larutan natrium hidroksida diedarkan melalui ruang katode lalu keluar pada kepekatan yang lebih tinggi. Sebagian dari larutan natrium hidroksida pekat dialih menjadi hasil sementara dicairkan dengan air ternyahion dan dialirkan lagi melalui sel elektrolisis.
Kaidah ini hampir terkesan seperti sel diafragma dan menghasilkan natrium hidroksida yang lebih tulen, tetapi memerlukan larutan natrium klorida yang amat murni.

Ø  Pembuatan skala laboratorium

Di laboratorium, zat-zat kimia dibuat dalam jumlah seperlunya untuk digunakan eksperimen/praktikum dengan cara yang cepat dan alat yang sederhana. Klorin, dapat dihasilkan dari oksidasi terhadap senyawa halida dengan oksidator MnO2 atau KMnO2 dalam lingkungan asam. Senyawa halide dicampurkan dengan MnO2 atau KMnO2 ditambahkan H2SO4 pekat, kemudian dipanaskan.
Reaksi yang berlangsung secara umum :
2X- + MnO2 + 4H+           X2 + Mn2+ + 2H2O
10X- + 2MnO4- + 16H+            5X2 + 2Mn2+ + 8H2O

Senyawa klorin juga dapat dibuat dalam skala laboratorium,yaitu :

o Proses Weldon, yaitu dengan memanaskan campuran MnO2, H2SO4, dan NaCl
Reaksi : MnO2 + 2H2SO4 + 2 NaCl             Na2SO4 + MnSO4+ H2O + Cl2

o Mereaksikan CaOCl2 dan HSO4

CaOCl2 + H2SO4            CaSO4 + H2O + Cl2

o Mereaksikan KMnO4 dan HCl

KMnO4 + HCl              2KCl + MnCl2 + 8H2O + 5Cl2

Dalam makmal, kandungan gas klorin yang sedikit boleh dihasilkan dengan mencampurkan asid hidroklorik (biasanya kira-kira 5 molar) kepada larutan natrium klorat.


  1. Pembuatan Gas Bromin

Dalam  proses industri, sifat bromin dibuat dengan cara mengalirkan gas klorin ke dalam larutan bromide.
Reaksi : Cl2+ 2Br -           Br2 +2Cl-

Dalam skala laboratorium, bromin dibuat dengan cara :

o Mencampurkan CaOCl2, H2SO4, dengan bromida.

CaOCl2 + H2SO4             CaSO4 + H2O + Cl2
Cl2 + 2Br-          Br2 + 2Cl-
o Mencampurkan KMnO4dan HBr pekat.

o Mencampurkan bromide, H2SO4, dan MnO2.
  • Cara elektrolisis
    Brom dibuat dengan cara elektrolisis larutan garam MgBr2 dengan menggunakan elektroda inert, menurut reaksinya :

MgBr (aq)            Mg2+(aq) + 2Br- (aq)
K         : 2H2O (l) + 2e-             H2 (g) + 2OH- (aq)
A         : 2Br- (aq)               Br2 (l) + 2e-
MgBr2 (aq) + 2H2O (l)               Mg2+ (aq) + 2OH- (aq) + Br2(l) + H2 (g)

  • Cara reaksi redoks
Brom dibuat dengan cara mengoksidasi ion bromide yang terdapat dalam air laut dengan klorin, menurut reaksi :
            Cl2 (g) + 2Br- (aq)           2Cl- (aq) + Br2



  1. Pembuatan Gas Iod

Unsur iodine dapat dibuat dengan cara :
o Dengan mereaksikan NaIO3 dan natrium bisilfit.

2NaIO3 + 5NaH2SO3            3NaHSO4 + 2Na2SO4 + H2O + I2

o   Cara reaksi redoks
Secara komersial Iodin dibuat dengan mengoksidasi ion iodide yang
terdapat dalam air laut dengan klorin.
           
Cl2 (g) + I- (aq)         I2 (s) + 2Cl-
Cl2 (g) + I- (aq)         I2 (s) + 2Cl-



Tidak ada komentar:

Posting Komentar